Membuat Resensi Cerpen

 Emosi yang terpendam

Judul buku : Corat coret ditoilet (Kumpulan Cerpen)

Pengarang : Eka Kurniawan

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : ke-2 (Cover baru) 

Tahun terbit : April 2016

Jumlah halaman : v,125 halaman 


Sebagai seorang penulis seperti Eka Kurniawan tentu saja pandai dalam merangkai kata yang singkat namun sangat mendalam jika dipahami lebih lagi,Eka Kurniawan menjelaskan perasaannya pada masyarakat atau pejabat tingkat atas dalam sebuah cerita yang berisi 12 judul cerpen,setiap judul dalam cerpen ini selalu bertema tokoh utama atau pun topik utama,seperti yang dibahas dalam cerita seperti "Si bandit kecil penjual roti" yang menceritakan kehidupan seorang anak kecil yang mencuri roti ditengah perkembangan zaman.

Dalam setiap cerita,Eka Kurniawan selalu menambahkan hal-hal yang dia rasakan mengikuti perkembangan pada saat zamannya seperti dalam cerita "Si Cantik yang tidak boleh keluar malam" menjelaskan bahwa tokoh utama berkomunikasi menggunakan telepon yang menggunakan rekening telepon,ataupun Saat tokoh utama mendengar musik dengan radio,Zaman sekarang orang-orang lebih mendominasi Handphone 


Setiap alur ceritanya jika dibaca lebih mendalam,pembaca bisa merasakan rasa bingung,khawatir,dan terkejut karena dalam setiap ceritanya Eka Kurniawan memiliki kesimpulan yang dapat dipahami yaitu kritikan-kritikan tentang kehidupan remaja dalam pergaulannya bermasyarakat ataupun berkeluarga yang salah dan lebih menekan pada emosi pribadi tanpa memikirkan perasaan orang lain.


Beberapa tokoh utama yang Eka Kurniawan berikan biasanya terkesan rendahan yang hanya dapat membungkam pada tokoh-tokoh diatas mereka seperti tokoh "si bandit", "si cantik" , bahkan mahasiswa yang berada dalam.judul cerpen utama "Corat-coret ditoilet",mereka semua terbilang pemberani dalam menghadapi keadilan walaupun pada akhirnya mereka lah yang diadili oleh kaum atas. 

Hingga dalam setiap cerpen yang diberikan,beberapa tokoh utama selalu berakhir menyedihkan hanya karena mereka membela yang sebenarnya benar namun tidak memiliki kuasa.


Selain dari topik cerita yang dibaca, Jenis-jenis cerpennya juga dapat menjadi pengganti cerita jika sebagai pembaca tidak menyukai topik yang selalu sama saja,Setiap kesimpulan yang Eka Kurniawan jelaskan memiliki arti yang berbeda seperti dalam "si bandit kecil" memiliki kesimpulan bahwa sebagai anak pasti memerlukan keberadaan orang tua dalam kehidupannya namun dalam cerpen "Si Cantik" orang tua dalam kisah ini justru terlalu dalam mengatur keberadaan anak.

Kalimat yang Eka Kurniawan torehkan sangat mudah dibaca sekalipun oleh beberapa kalangan yang tidak begitu tertarik dengan sebuah karangan tulisan,karna bersifat baku dan gaul menurut kalangan remaja.



Setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda saat membaca sebuah buku terutama jika buku tersebut memiliki beraneka macam tema dan judul namun dari setiap perbedaan pasti akan ada beberapa kesamaan yang ditorehkan dalam suatu cerita,cerpen Eka Kurniawan juga terkadang membuat pembaca berpikir kembali akan kehidupan mereka terutama para remaja yang menjalani kehidupan yang hampir selaras dengan tokoh-tokoh yang Eka munculkan sehingga dapat menjadi pembelajaran kehidupan untuk diri sendiri.

Komentar